*Kan Tetap Ku Kenang
Kembali ku torehkan aksara
Kendati diterka riuh basah dikedua pelupuk mata
Aku tak pernah mencoba melupankanmu
Kenangan ini,
Kenangan bersamamu adalah milikku
Tak peduli ini sakit, pahit atau menyiksa batiniahku
Bagaimanapun rasanya akan ku simpan
Jangan pernah lagi memintaku menghapus ingatan
Meski ku tau, kau mencoba untuk menahanku dari kesakitan
Kendati diterka riuh basah dikedua pelupuk mata
Aku tak pernah mencoba melupankanmu
Kenangan ini,
Kenangan bersamamu adalah milikku
Tak peduli ini sakit, pahit atau menyiksa batiniahku
Bagaimanapun rasanya akan ku simpan
Jangan pernah lagi memintaku menghapus ingatan
Meski ku tau, kau mencoba untuk menahanku dari kesakitan
Aku pernah mencintaimu
Dan tersenyum bahagia hanya karena melihatmu
Akupun pernah menangis terluka
Kala jarak membelah kita menjadi dua bagian berbeda
Kita terpisahkan dari sebuah ikatan cinta yang tercipta
Sayang, hatiku tak semudah itu untuk melepaskan
Acapkali bergelimang tangis tak terelakan
Dan tersenyum bahagia hanya karena melihatmu
Akupun pernah menangis terluka
Kala jarak membelah kita menjadi dua bagian berbeda
Kita terpisahkan dari sebuah ikatan cinta yang tercipta
Sayang, hatiku tak semudah itu untuk melepaskan
Acapkali bergelimang tangis tak terelakan
Disudut ruang kamarku, selalu ada hikayat yang kutoreh disana
Dalam kelam ku ukir namamu dibalik jendela kaca
Kuceritakan tentang rindu yang menyakitkan
Pada seorang yang dulu ku cinta dan ku pertahankan
Meski ku sadar kebersamaan tak mungkin lagi terwujudkan
Namun aku tak ingin menghapus kenangan ini
Kendati darah membeku dalam sekeping hati yang patah ini,
Aku tetap menjagamu dalam sebuah kenangan utuh yang ku miliki
Dalam kelam ku ukir namamu dibalik jendela kaca
Kuceritakan tentang rindu yang menyakitkan
Pada seorang yang dulu ku cinta dan ku pertahankan
Meski ku sadar kebersamaan tak mungkin lagi terwujudkan
Namun aku tak ingin menghapus kenangan ini
Kendati darah membeku dalam sekeping hati yang patah ini,
Aku tetap menjagamu dalam sebuah kenangan utuh yang ku miliki
Biarkan sesekali aku tetap mengenangmu, meski tak mungkin lagi untuk mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar