Sabtu, 03 September 2016

Rintihan HATI

Luka di jari tersa sakit hanya beberapa hari sampai dia
menutup lagi dengan meninggalkan bekas, dan luka di
hati tidak pernah terlihat tetapi begitu pedih, perih dan
sakitnya terasa sangat lama. Itulah yang terjadi ketika
hubungan kita dikhianati, terasa semua pengorbanan
sia-sia, segala kebaikan tidak ada artinya sekarang
tinggal menjadi sampah yang terbuang.
Cinta tidak pernah salah dan sebaiknya tidak
menyalahkan cinta atas penghianatan ini, mencintai
haya memberi dan tanpa mengharapkan balasan,
seningga tidak pernah merasa rugi jika didasari
ketulusan seperti kita memberi bantuan kepada orang
dan orang itu lupa dan pura-pura nggak ingat kepada
kita. Seperi tuhan mencintai kita tanpa mengharapkan
balasan, bilamana kita lupa beliau akan menerima kita
saat kita bertobat dan kembali padanya.
Cinta adalah jembatan yang menghubugkan dua dunia
hati yang berbeda, cinta hanyalah perantara keinginan
mengikat hati dalam sebuah hubungan dengan
keinginan saling menyayangi, menghormati kekurangan
dan kelebihan masing-masing, saling memperhatikan
satu sama lain dan saling menjaga.
Tidak ada yang tahu kapan cinta itu datang dan
mengapa dia harus pergi tanpa pesan, tak ada pintu
untuk masuk dan keluar, semuanya mengalir seperti air
yang tak pernah berhenti. Cemburu, senang, sedih, sakit
hanyalah permainan hati yang ki
ta perankan yang selalu kita atas namakan cinta. Tidak
ada alasan kita terpuruk karena cinta walau airmata
harus mengalir, karena cinta akan selalu memberikan
kekuatan kepada setiap hati yang lemah untuk bangkit
menatap masa depan yang lebih baik. Cinta akan selalu
mencairkan kebekuan hati karena dendam, dan terus
mengalir dalam pembuluh darah yang tak berujung

Jumat, 20 Maret 2015

MENANTANG MASA DEPAN YG SURAM

Kesetian sejati bukan lah hanya di dapat kan ketika satu sama lain saling mencintai tp smua ibarat kan embun pagi ketika matahari terbit akan menghilang tp cinta selalu memakan korban yaitu harus bisa menerima satu sama lain meski dr segi pisik maupun materi bahkan mampu kehilangan segalanya demi mempertahan kan rasa itu.

Sabtu, 14 Maret 2015

MELAPASKAN BEBAN

Minggu 15 maret 2015
Meski aku terbata memanggil namamu
Mungkin itu karna aku masih memikirkanmu
Jauh dalam hati memang masih namamu
Tapi aku berhenti tentang hal itu
Kulihat kau tertawa padanya
Tersirat bahwa memang kalian tlah berbahagia
Sedang aku
Masih menyemai perasaanku
Memperbaiki hatiku
Karna kupikir luka yang kau buat ini terlampau hebat
Pernah aku ingin membalasmu
Tapi logikaku melarang
Sudahlah drama apa lagi yang kan terjadi nantinya
Aku ikhlas
Meski belum sepenuh hatiku
Melihatmu dengan bangga mengaku bahwa dia lah yang terbaik dari aku
Aku terima
Karna bagiku kau hanyalah orang yang tidak setia
Kau merampas kepercayaanku
Lalu kau memilihnya
Memilih dia yang tak juga setia
Dan kini
Aku mencoba tak lagi menoleh ketentangmu
Entah tentang apa pun itu
Walau rumit
Tapi aku pasrah untuk mengikhlaskanmu

Kamis, 12 Maret 2015

Mengenangmu


*Kan Tetap Ku Kenang
Kembali ku torehkan aksara
Kendati diterka riuh basah dikedua pelupuk mata
Aku tak pernah mencoba melupankanmu
Kenangan ini,
Kenangan bersamamu adalah milikku
Tak peduli ini sakit, pahit atau menyiksa batiniahku
Bagaimanapun rasanya akan ku simpan
Jangan pernah lagi memintaku menghapus ingatan
Meski ku tau, kau mencoba untuk menahanku dari kesakitan
Aku pernah mencintaimu
Dan tersenyum bahagia hanya karena melihatmu
Akupun pernah menangis terluka
Kala jarak membelah kita menjadi dua bagian berbeda
Kita terpisahkan dari sebuah ikatan cinta yang tercipta
Sayang, hatiku tak semudah itu untuk melepaskan
Acapkali bergelimang tangis tak terelakan
Disudut ruang kamarku, selalu ada hikayat yang kutoreh disana
Dalam kelam ku ukir namamu dibalik jendela kaca
Kuceritakan tentang rindu yang menyakitkan
Pada seorang yang dulu ku cinta dan ku pertahankan
Meski ku sadar kebersamaan tak mungkin lagi terwujudkan
Namun aku tak ingin menghapus kenangan ini
Kendati darah membeku dalam sekeping hati yang patah ini,
Aku tetap menjagamu dalam sebuah kenangan utuh yang ku miliki
Biarkan sesekali aku tetap mengenangmu, meski tak mungkin lagi untuk mencintaimu.

Rabu, 11 Maret 2015

Janji

Oleh Hendra Aku tak kan mendendam
Biarlah alam saja yang tau sakitnya aku
Aku tak berhak membalas luka ini
Biarlah karma yang mendatangimu
Bila kini kau bahagia
Aku pun tenang
Aku melepasmu
Merelakan hari-hari yang kita lalui itu menjadi sebuah kenangan
4 tahun bersama
Bukan jadi sia-sia
Bila kau tak lagi menemani
Tapi setidaknya aku belajar menerima
Kenyataan yang sering tak sesuai keinginan hati
Lagi-lagi aku harus bisa menerimanya
Aku harus bisa berlapang dada
Menerima penghianatan
Tak abis pikirku
Cinta yang kupikir tak kan mendua
Janji yang kupikir tak kan teringkari
Ah kenyataannya
Semua jauh dari harap
Apa lagi yang bisa ku katakan
Aku seakan terbodoh menerima semuanya
Ah sudahlah
Aku hanya mampu menjelaskan ini dari sajak galauku
Selebihnya biarkanlh semua jadi rasa yang tersimpan dalam hati saja
Cuma aku yang tau

Selasa, 10 Maret 2015

Arti hidup

Untuk hidup,, segalanya harus di lakukan
Untuk hidup,, kufikirkan apa yang terbaik
Untuk hidup,, aku mencoba untuk selalu sabar
Untuk hidup,, kuingin ada org yg selalu bisa jdi segalanya untukku

Untuk hidup,, kucari kebahagiaan yg sulit untuk di dapat
Untuk hidup,, aku mencuba merubah apa yang ada
Untuk hidup,, aku tersenyum
Untuk hidup,, aku mengalah
Untuk hidup,, aku menutup diri

Untuk hidup,, aku menangis
Untuk hidup,, aku tertawa
Untuk hidup,, aku berjalan dan berlari
Karena hidup ini membuatku berfikir apa yang akan terjadi
Bila aku hanya berdiam diri,,

PENYESALAN

Aku ingin menjadi ‘seseorang’
Bukan hanya menjadi ‘aku’

Setidaknya dimata ‘dia’

Nanti..

Sebelum aku bisa membuat ‘dia’ tersenyum.

Aku tdk akan pernah tertawa!
Aku mau ‘dia’ bahagia.
Biar terbayar semua pengorbanannya!
Jadi aku bisa merasa pantas jika bersamanya!

Kalau aku bisa membuat ‘dia’ bahagia!

Aku akan tersenyum puas.

Berarti semua perjuangan ku tdk sia-sia!
Dan aku bisa memeluk erat ‘dia’ dan pengorbanan nya.

Dulu..

Aku selalu membuat ‘dia’ menangis.

Aku selalu membuat ‘dia’ kecewa!
Sekarang tdk akan!

Air mata ‘dia’ begitu berarti,

jika hanya menangis karena aku!
Aku belum merasa pantas untuknya!

Biar aku melakukan ‘sesuatu’ buat ‘dia’

Mempertahankan ‘dia’ dalam hidupku!

Karena aku bukan apa-apa jika tanpa ‘dia’!